29/04/11

Sementara Dunia MEndukung Wikileaks, Obama Mengajak Pimpinan Dunia Mengutuknya


 Ribuan orang di berbagai belahan dunia menggelar unjuk rasa damai untuk mendukung pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Mereka mendesak agar Assange dibebaskan dari semua tuduhan. Para demonstran menyerukan proteksi bagi kebebasan pers atau pers tanpa sensor.

Saat para pendukung WikiLeaks, menyerukan dukungan kepada Assange, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Sabtu (11/12/2010) di Washington, mengajak pemimpin dunia mengutuknya. Obama menyebut tindakan WikiLeaks ”menyedihkan”.

Gedung Putih mengatakan, Obama mengungkapkan komentarnya saat berbicara per telepon dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Sabtu. Obama menyatakan ”penyesalan atas tindakan WikiLeaks. Kedua pemimpin tersebut sepakat bahwa hal itu tidak akan memengaruhi atau mengganggu kerja sama yang erat antara AS dan Turki”.

Percakapan dengan Erdogan amat penting bagi Obama karena bocornya kawat diplomatik itu mengakibatkan hubungan Turki dengan AS agak terganggu. Pejabat, termasuk PM Turki, sempat bereaksi atas bocornya dokumen lewat WikiLeaks.

Harapan dan komentar serupa disampaikan Obama dalam percakapan dengan Presiden Meksiko Felipe Calderon, sahabat karib AS di Amerika Selatan.

Bukan ancaman Unjuk rasa mendukung WikiLeaks dan pendirinya, Julian Assange, pun digelar di sejumlah kota di dunia, seperti Barcelona dan Madrid (Spanyol), Amsterdam (Belanda), Lima (Peru), Bogota (Kolombia), Mexico City (Meksiko), dan kota-kota lain di Australia, termasuk Sydney. Mereka yakin, dokumen yang dirilis WikiLeaks bukan ancaman terhadap keamanan negara.

Di Madrid, misalnya, massa menentang penahanan Assange, pendiri situs pembocor kawat diplomatik AS, WikiLeaks, oleh otoritas di Inggris. Assange ditahan di London dan akan diekstradisi ke Swedia karena kasus dugaan pemerkosaan.

”WikiLeaks berguna untuk masyarakat dan mendorong pemerintah bekerja secara transparan,” kata David, seorang demonstran, kepada BBC.

Para demonstran di Amsterdam menyebutkan, penahanan Assange adalah bentuk sensor yang menghambat kebebasan pers. Mereka menyerukan kebebasan pers harus dilindungi. Internet juga dilahirkan untuk bebas berekspresi.

Rekening di Swiss Dari Geneva, Swiss, diberitakan bahwa pihak otoritas sedang menyelidiki Postfinance, sebuah divisi perbankan Swiss Post. Hal itu dilakukan setelah muncul berita bahwa rekening Julian Assange di bank itu juga diblokir.

Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui, apakah Postfinance melanggar undang-undang tentang kerahasiaan perbankan Swiss. ”Kami sedang melakukan penyelidikan sehubungan dengan pernyataan Postfinance bahwa telah dilakukan sebuah tindakan,” kata Hermann Wenger, seorang pejabat Swiss di kawasan Bern-Mittelland, kepada harian SonntagsZeitung.

Juru bicara Postfinance, Marc Andrey, mengatakan, tidak ada pelanggaran hukum perbankan.


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger