03/05/12

Riwayat Toilet - Dulu Tinja Dilempar dari Jendela!


Sekitar tahun 3000-1500 SM di ibukota Hindustan, Mohenjodaro, dibuat saluran air dan kloset yang mempunyai saluran pembuangan. Akan tetapi, bersamaan dengan hancurnya peradaban Hindustan, kloset itu pun ikut menghilang karena tidak bisa bertahan sampai zaman berikutnya. 

 

Waktu pun berlalu…

 
Pada tahun 1371 di London, Inggris, dibuat UU (Undang-Undang) yang berbunyi “Barang siapa membuang tinja dari jendela, harus membayar denda sebesar empat shilling”. Walaupun begitu, tetap saja ada orang yang diam-diam membuang tinja. Ternyata bukan hanya seorang, tapi semua orang membuang tinja tanpa peduli dengan peraturan yang sudah ada. Jadi, kalau sedang berjalan santai di kota London, jangan kaget kalau tiba-tiba ada tinja yang jatuh dari langit.
 
Maklum, London merupakan ibukota besar. Sejak dulu, orang berbondong-bondong datang ke London untuk mencari pekerjaan. Akibatnya, tak ada lagi lahan untuk tempat tinggal. Untuk mengatasinya, dibangunlah gedung-gedung tinggi di kota London (rumah susun).
 
Pada waktu itu, kloset dengan saluran pembuangan air belum ada. Jadi, orang-orang London menggunakan “close stool” (pispot dengan tempat duduk). Tinja ditampung dalam pispot, kemudian orang-orang harus membawa pispot tersebut keluar gedung untuk membuang tinja ke parit atau ke tempat-tempat lain yang diinginkan.
 

Banyak penghuni gedung rumah susun yang tinggal di lantai atas mengeluh, karena tiap hari mereka harus keluar gedung, naik turun tangga untuk membuang isi pispot. Terkadang isi pispot dirasa terlalu berat, kadang-kadang ada yang tak sengaja menjatuhkan isi pispot di tangga atau lantai gedung. Karena bosan dan repot, akhirnya mereka membuang isi pispot lewat jendela. Walaupun sudah dibuat peraturannya, cara macam ini tetap tidak berubah.
 
Kemudian tinja-tinja yang tersebar di luar gedung dan di berbagai ruas jalan di kota London, dibiarkan begitu. Penghuni kota London mengandalkan petugas kebersihan yang datang untuk mengangkut sampah setiap tiga minggu. Hingga tiba-tiba penyakit pes yang mengerikan mewabah di London dan menewaskan banyak orang. Walaupun begitu, tetap tak ada perubahan. Tak terpikir di benak mereka kalau penyebab utamanya adalah lingkungan yang kotor.

Dua ratus tahun berlalu sejak UU pembuangan tinja dibuat, tapi kota London tetap dipenuhi sampah, tinja dan bau tak sedap. Hingga akhirnya pada tahun 1596, Sir John Harington menemukan kloset bilas. Tapi Ia hanya membuat dua kloset bilas (satu terpasang di rumahnya, satunya lagi di kediaman Ratu Elizabeth 1). Namun kloset beliau masih menggunakan bejana untuk menampung tinja, sehingga bau tak sedap masih jadi masalah.
 

Meskipun demikian, kloset Harington merupakan kloset bilas modern pertama di dunia. Kemudian Cummings memperbaiki temuan Harington. Cummings menemukan kloset bilas yang tidak bau “valve closet”.  Kloset ini menggunakan air sebagai penghalang supaya bau tidak menyebar.
 
Ironisnya, saluran pembuangan air pada kloset bilas Cummings digunakan rakyat London untuk membuang sampah sehingga saluran itu tersumbat. Lalu terjadilah peristiwa menakutkan. Kota London diserang wabah kolera sampai tiga kali (tahun 1849 menewaskan 14,000 jiwa, tahun 1854 menewaskan 10,000 jiwa dan 1866 memakan korban 5,000 jiwa). Lingkungan yang kotor menjadi salah satu penyebab utamanya.
 
Dengan terjadinya wabah kolera ini, penghuni kota menyadari pentingnya fungsi saluran air bawah tanah. Setelah memeriksa saluran-saluran air bawah tanah, para petugas kebersihan menemukan kerusakan di sana-sini dan tumpukan-tumpukan sampah yang menyumbat saluran air. Maka diputuskan untuk segera memperbaiki dan membuat saluran-saluran air bawah tanah yang baru. Tahun 1865, saluran-saluran air bawah London baru mulai berfungsi lagi.
 
Menjelang tahun 1870, kloset bilas makin berkembang berkat saluran air bawah tanah yang dibangun dengan kokoh. Lalu tahun 1889, Bostell membuat kloset bilas yang disebut “wash-down” seperti yang ada sekarang. Akhirnya, kloset bilas yang dulu pernah ada di zaman Hindustan dan menghilang, kini telah kembali

28/04/12

Ilmuwan Temukan Jawaban Gen Pemicu Hidup Kekal


Imajinasi 'hidup kekal' seperti McCloud Highlander mungkin masih terlalu jauh dari kenyataan. Namun, menjadi awet muda tentu banyak orang yang tertarik.


Ilmuwan berhasil menemukan empat gen ‘Father Time’ yang menentukan seberapa cepat manusia menua serta bagian mana yang mengendalikannya. Gen ini menyala dan mati berdasarkan faktor lingkungan dan gaya hidup atau memang sudah diprogram sejak awal.

Peneliti yakin, mengetahui cara kerja gen ini akan membawa pada obat anti penuaan generasi baru.
“Kami menemukan, perubahan epigenetic berkaitan dengan sifat usia. Menggunakan pengetahuan yang kami dapat, kami bisa lebih memahami mekanisme biologis,” kata Dr Jordana Bell dari King’s College London.

Di sisi lain seperti dilaporkan Dailymail, direktur kampus itu, profesor Tim Spector mengatakan, hasil studi ini memberi pandangan pertama potensi untuk mencari gen terkait penuaan dan cara memodifikasinya untuk mulai menciptakan terapi anti penuaan.




Sumber:
dailymail.co.uk

Bakteri 'Alien' Ini Jadi Sumber Listrik Baru Bumi

Organisme misterius yang diketahui hanya bisa ditemukan di luar angkasa ini secara mengejutkan ditemukan di sungai di Inggris. Menariknya, bakteri ini bisa menguntungkan manusia.


Organisme misterius yang ditemukan di River Wear, Sunderland, Inggris ini mampu menghasilkan listrik menggunakan baterai khusus yang disebut Microbial Fuel Cell (MFC) seperti dikutip DM.

Bakteri yang diberi nama Bacillus Stratosphericus ini biasa ditemukan di ketinggian 32 kilomter di atas Bumi. Bakteri ini diyakini masuk ke Bumi akibat siklus atmosfer yang menyebabkan peningkatan uap air di stratosfer yang kemudian jatuh lagi ke Bumi.

Hebatnya bakteri ini bisa digunakan menjadi MFC untuk mengubah limbah sungai menjadi listrik dan air bersih.

Profesor Bioteknologi Kelautan Grant Burgess mengatakan, "Mengejutkan sekali bisa menemukan bakteri ini di Bumi. Lebih menarik lagi, bakteri ini bisa digunakan menghasilkan listrik untuk dunia."

Batik Masuk Kurikulum di Italia


Sebuah sekolah mode tertua di Italia, Koefia, berencana memasukkan desain mode dengan bahan kain batik ke dalam kurikulum pelajarannya. Kabar ini diungkapkan Direktur Artistik Koefia, Bianca Lami, beserta Wakil Ketua DPRD di Lazio, Italia Raffaele D` Ambrosio yang mengatakan bahwa pihaknya mengetahui Solo sebagai pusat batik dari internet, hal ini membuat mereka sangat tertarik.
 

"Saya tahu dari internet bahwa Solo merupakan ibukota batik. Di sini banyak industri batik, bahkan saya dengar ada kampung dengan nama batik. Saya ingin melihatnya secara langsung," katanya.
 
Ia mengatakan, bahwa pihaknya akan mengajarkan desain fesyen batik kepada siswanya selama tiga tahun. Hal ini dikarenakan pihaknya melihat batik sebagai warisan budaya dunia yang diakui Unesco dari Indonesia dan bisa menjadi tren fesyen baru nantinya.
 
"Kami ingin mengembangkan fashion heritage. Ini sekaligus untuk menggabungkan budaya Solo dengan budaya Eropa dan saya kira hasilnya akan sangat bagus," ungkapnya.
 

Bagaimana kita menyikapi hal ini? Wajar bila ada kalangan yang khawatir hal ini sebagai cara orang luar mencaplok batik Indonesia. Atau mungkin sebaiknya kita terpacu untuk semakin mencintai dan belajar membatik agar warisan budaya ini tetap terjaga di tangan kita dan generasi penerus.
 
Bagi yang di Jakarta, coba ke museum tekstil. Di tempat ini selalu ada workshop membatik. Untuk yang di daerah, cari info lokasi belajar membatik, karena sekarang hampir setiap propinsi mengembangkan batik  khas daerahnya.

Buku: Menyusuri Kota Jejak Kejayaan Islam


Seperti apakah dunia masa kini memandang negara-negara Islam, stigma teroris dan kekerasankah, atau sumber tambang yang harus dikuasai? Apa pun itu, dalam catatan sejarah menunjukkan tempat di mana Islam pernah menjejak, jadi bukti betapa masif dan luasnya ajaran Nabi Muhammad S.A.W ini.
 

Tak sekadar luas, bangsa-bangsa Islam juga pernah merasakan "golden age", baik dari segi kekuasaan pun pusat ilmu dunia. Kisah ini menjadi benang merah buku "Menyusuri Kota Jejak Kejayaan Islam" terbitan Harian Republika. 26 kota di seantero dunia jadi pusat perhatian tim penulis: Heri Ruslan, Desy Susilawati, Dyah Meta Ratna Meta Novi, Ferry Kisihandi, Muhammad Subarkah, dan Syahruddin El-Fikri.
 
Dengan enam penulis yang berlabel "jurnalis" tentunya akurasi isi dan kenikmatan membaca tak perlu dipermasalahkan lagi. Mereka sungguh handal memilih judul yang menarik. "Cordoba: Firdaus yang Hilang", atau "Kosovo: Kembalinya Bangsa yang Hilang", dan "Yordania: Negeri Penjaga Masjid Al-Aqsa". Itu contohnya, begitu khas dengan feature.
 
Demikian pula isinya. Banyak hal menarik --bahkan mungkin belum tahu-- yang bisa menyadarkan kita betapa besarnya Islam (masa itu). Puluhan cendikiawan, penemu bertebaran menjadi acuan dunia. Siapa tak mengakui sang Bapak Aljabar Al-Khawarizmi, dan ternyata ia datang dari Aleppo, Suriah. Nama yang asing di telinga? Padahal Aleppo salah satu kota tertua dalam sejarah manusia.
 
Atau ingin tahu seperti apa Islam di Tibet dan Islam telah 'menemukan' Amerika sebelum Columbus? 234 halaman isi sungguh penuh ilmu di dalamnya. 

Namun sebagai pertimbangan, setelah melahap buku ini, tanyalah ke dalam diri, "Apa yang terjadi dengan bangsa Islam kini, ke mana Kecendikiaan itu pergi berganti kisruh di Timur Tengah yang seolah tak berujung? Atau semoga justru timbul semangat untuk mengembalikan kejayaan itu. Semoga terinspirasi...

Mengapa Tidur Bisa Ngiler?


Ada yang tidur ngiler tadi malam? Mengiler saat tidur tentu akan membuat tidurnya menjadi tidak nyaman. Air liur yang keluar dari mulut ini terkadang sulit untuk dicegah, sehingga membuat orang menjadi malu saat terbangun. Terutama saat menginap atau tidur bersama orang lain, ya kan?
 
Pada bayi, kondisi ini sering ditemukan pada bayi yang mau tumbuh gigi, sehingga bayi akan mengiler saat tidur atau saat sedang terjaga. Tapi hal ini akan berbeda jika terjadi pada orang yang sudah dewasa.
 

Sebagian besar orang akan menyadarinya setelah bangun tidur, atau terbangun karena mendapati bantal yang sudah basah. Mengiler saat tidur bisa menjadi fenomena yang normal atau bisa juga terjadi akibat kondisi medis tertentu yang bisa meningkatkan produksi air liur.
 
Mengiler disebut juga dengan sialorrhea, yaitu suatu kondisi yang dialami oleh jutaan orang dalam tidurnya setiap malam. Hal ini terjadi ketika seseorang bermimpi atau saat istirahat.

Seperti dikutip dari eHow, salah satu penyebab dari kondisi mengiler saat tidur adalah akibat mulut yang kering sehingga memicu produksi air liur berlebih. Selain itu ada juga beberapa kondisi lain, yaitu:

1. Tidur dengan mulut terbuka. Tidur dengan kondisi seperti ini menyebabkan mulut kering lebih cepat karena kelembaban dari mulut hilang. Hal ini memicu air liur yang ada di dalam mulut untuk keluar, sehingga membuat orang mengiler.

2. Efek samping dari obat yang dikonsumsi. Beberapa obat terkadang memiliki efek samping seperti mulut kering atau menyebabkan adanya gangguan pada kelenjar yang bertugas memproduksi air liur.

3. Adanya masalah pada gigi, seperti infeksi pada gigi atau gusi orang tersebut yang mempengaruhi air liur.

4. Memiliki anatomi mulut yang tidak normal, seperti lidah yang terlalu besar, gigi yang terlalu rapat atau pembesaran kelenjar limpa.


Untuk mengatasinya seseorang harus mengetahui terlebih dahulu apa penyebab ia mengiler saat tidur. Cara terbaik untuk mengurangi kondisi ini adalah dengan menghindari posisi tidur miring, karena posisi ini akan mendorong rahang untuk terbuka sehingga menyebabkan mulut terbuka saat tidur.

Jika penyebabnya adalah kondisi medis, maka tak ada salahnya untuk konsultasikan dengan dokter. Jika jumlah air liur yang dikeluarkan memang berlebihan, maka dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi jumlah air liur yang dihasilkan oleh kelenjar. Namun pemberian obat ini harus atas resep dokter karena bisa menyebabkan dehidrasi.

Tempat Baca Asik di Jakarta


Perputakaan, atau tempat membaca buku punya segmen tersendiri bagi penggemarnya. Perpustakaan tak melulu tempat yang kaku, sepi, membosankan. Sekarang banyak tempat mengonsep agar orang merasa nyaman, sehingga makin senang membaca.

Di Jakarta ada beberapa perpustakaan menarik. Apa sajakah? Mari kita lihat.

Oh ya, bila ada perpustakaan yang asik di dekat tempat kamu, silahkan berbagi informasi di sini. 


1. Reading Room



Kafe dan perpustakaan di Reading Room memiliki batas yang sangat cair. Anda bisa menikmati pesanan anda sembari membaca buku. Jika anda menyukai bukunya dan ingin memilikinya, anda bisa membeli buku tersebut dengan rentang harga dari 50.000-150.000 rupiah. Tetapi ada bagian khusus dari perpustakaan ini, yang rupanya adalah koleksi pribadi dari Richard Oh. Bagian tersebut terletak di lantai dua, buku-bukunya disimpan di dalam lemari dengan pintu kaca. Buku-buku tersebut tidak dapat dibeli, tetapi bisa dibaca di tempat dengan menitipkan KTP dan maksimal hanya memegang satu buku

Reading Room: Kemang Timur 57a-b, Jakarta
twitter: @ReadingRoomJkt

 
2. Freedom

 
 
Perpustakaan yang baik adalah perpustakaan yang dapat mendorong pengunjungnya untuk membaca, dan ini yang dimiliki Perpustakaan Freedom. Suasana ruangnya hangat, didukung pencahayaan campuran yang baik antara cahaya alami dan cahaya buatan. Tempat duduknya sangat memanjakan pembacanya. Penataan bukunya pun sangat jelas, di samping buku-buku yang terdapat di dalamnya adalah buku-buku bermutu.

twitter: @freedominst
alamat: Jl. Proklamasi No. 41 Menteng.

 
3. Rujak Center

 
Tertarik dengan studi perkotaan? Datanglah ke Perpustakaan Rujak Center for Urban Studies (RCUS) di Gedung Ranuza lantai 2, Jalan Timor No. 10, Menteng, Jakarta Pusat. Walaupun tidak seberapa besar, perpustakaan ini memiliki koleksi buku tentang kota yang tidak mudah ditemukan di perpustakaan lain. Biaya pendaftaran anggota sejumlah 50.000 rupiah, dan biaya peminjaman buku 3.000 rupiah per buku. 

Maksimal peminjaman 3 buku, dengan batas waktu 13 hari. Hari buka Senin-Jumat (10.00-16.30) dan Sabtu (10.00-12.30 dengan perjanjian terlebih dahulu). Nomor telepon 021-31906809

4. Daniel S. Lev


Perpustakaan Daniel S. Lev ini tidak terlalu besar, dengan total koleksi sekitar 12.000 buku. Buku-buku tersebut tidak bisa dipinjam, hanya untuk dibaca di tempat. Waktu buka pada hari kerja Senin-Jumat (09.00-18.00). Nomor telepon yang bisa dihubungi 021-83701809.

twitter: @DanlevLibrary
Alamat: Puri Imperium Office Plaza, UG-16 Jl. Kuningan Madya Kav. 5-6 Jakarta 12980

 
5. PNRI (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia)

 
 
Suasana ruang baca di ruang layanan koleksi buku baru. PNRI menggunakan sistem peminjaman tertutup, sehingga kita tidak dapat merasakan hangatnya berdiri di antara rak buku. Tidak ada serendipity, kita harus tahu persis apa yang kita cari di sini. Tulis buku yang mau kita pinjam, serahkan ke petugas (anda perlu menjadi anggota terlebih dahulu). Anda hanya bisa membaca buku-buku yang ada di ruang baca, tidak ada layanan peminjaman

alamat:Jl. Salemba Raya 28A, Jakarta Pusat

 
6. Comic Cafe

 
 
Comic Cafe terdapat di Jalan Tebet Utara Dalam. Tempat ini menggunakan komik sebagai konsep dari kafenya. Di dalamnya, terdapat perpustakaan yang memiliki koleksi komik. Sayangnya, ketika saya datang, perpustakaan tersebut sedang direnovasi, dan pramusajinya tidak mengetahui kapan akan dibuka kembali.

 
7. Japan Foundation

 
 
Buku-buku yang terdapat di Perpustakaan Japan Foundation umumnya berkaitan dengan Jepang, baik itu dalam bahasa Jepang, Inggris, maupun Indonesia. Terdapat pula koleksi manga dan buku anak. Biaya keanggotaan untuk umum sejumlah 50.000 rupiah per tahun, sementara untuk mahasiswa dan pelajar 20.000 rupiah per tahun. Peminjaman berlaku untuk 2 buku dan 1 majalah/komik/buku anak selama dua minggu, dan dapat diperpanjang sebanyak dua kali.

 
8. Pusteling (Perpustakaan Elektronik Keliling)

 
 
Selain perpustakaan-perpustakaan yang sembunyi, rupanya ada juga perpustakaan-perpustakaan yang mengunjungi pembacanya, yaitu perpustakaan keliling. Salah satunya ada Pusteling yang merupakan program dari Perpustakaan Nasional RI. Terdapat tiga bus Pusteling yang beroperasi setiap harinya. Umumnya, tempat-tempat yang dikunjungi adalah sekolah-sekolah dan panti asuhan.

alamat: Summitmas I, Lt. 2 dan 3, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 61-62, Jakarta 121

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger